Pola pikir dan cara pandang kita tentang kehidupan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia dibentuk perlahan, kadang tanpa kita sadari, melalui pengalaman hidup yang kita jalani, cerita hidup orang lain yang kita dengar, dan bahkan dari obrolan-obrolan sederhana bersama teman ngopi.
Setiap keputusan, sikap, dan pandangan yang kita ambil sejatinya merupakan hasil dari proses panjang. Proses itu melibatkan perjumpaan dengan banyak orang, peristiwa yang menguji emosi dan logika, serta ruang-ruang diskusi—baik yang formal maupun yang lahir dari percakapan santai. Dengan siapa kita duduk, berbagi cerita, dan bertukar pandang, sangat menentukan ke mana arah cara berpikir kita bertumbuh.
Memahami arti kehidupan tidak selalu datang dari buku-buku tebal atau petuah panjang. Kadang ia muncul dari kisah kegagalan seorang kawan, pengalaman pahit orang lain, atau refleksi sederhana saat menikmati kopi hangat. Dari sana, kita belajar menikmati hidup apa adanya, memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, dan bahwa keputusan hidup tidak selalu tentang benar atau salah, melainkan tentang kesiapan menanggung risiko.
Lingkungan memainkan peran besar dalam membentuk karakter dan cara kita memandang hidup. Ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang serba tergesa-gesa, kita pun cenderung terbawa arus untuk mengambil keputusan secara cepat, sering kali tanpa ruang jeda untuk berpikir. Sebaliknya, saat kita berada di lingkungan orang-orang yang bijak, yang terbiasa merenung sebelum bertindak, kita diajak untuk melihat kehidupan dengan lebih tenang dan penuh pertimbangan.
Dari lingkungan yang sehat, kita belajar bahwa hidup bukan perlombaan siapa yang paling cepat sampai, melainkan perjalanan panjang yang perlu dinikmati dengan kesadaran. Kita diajak untuk berpikir matang, bersikap dewasa, dan berani mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab atas segala risikonya.
Pada akhirnya, hidup adalah tentang proses belajar tanpa henti—dari pengalaman sendiri, dari cerita orang lain, dan dari obrolan-obrolan kecil yang sering kita anggap sepele. Maka, memilih lingkungan, memilih teman diskusi, dan memilih dengan siapa kita berbagi cerita, sejatinya adalah bagian penting dari keputusan hidup itu sendiri.
Vero Aprolonius | Founder Tawak Borneo
