sekadauterkini.com – Pusat Kajian Masyarakat Adat, Perubahan Iklim, dan SDGs (Pusakamas) Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) bersama komunitas Tawak Borneo menggelar diskusi kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sekadau. Pertemuan yang berlangsung di Lupung Coffee ITKK pada Rabu (21/01/2026) ini membahas upaya bersama dalam peningkatan kesadaran dan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, di wilayah tersebut.
Pertemuan ini dihadiri secara langsung oleh Koordinator Pusakamas ITKK, Romo Andang. Dari unsur komunitas dan gereja, hadir Founder Tawak Borneo dan Ketua Komisi Sosial Paroki St. Petrus dan Paulus Sekadau, Vero Aprolonius. Sektor pemerintah diwakili oleh Kabid Kebersihan, Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pertamanan Kabupaten Sekadau, Hengki, serta perwakilan Pokja PKP (Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan) Kabupaten Sekadau, Mariana. Organisasi kemanusiaan Wahana Visi Indonesia Area Program Sekadau juga turut serta diwakili oleh Paskalis.
Diskusi intensif ini fokus pada penyusunan agenda kolaborasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan penekanan pada pemilahan sampah plastik. Selain itu, dibahas pula rencana aksi konkret yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat.
Sebagai langkah awal dan percontohan, Pusakamas ITKK bersama Tawak Borneo telah memulai uji coba pengelolaan sampah botol plastik. Inisiatif ini telah mewujud dalam pembuatan tiga unit bak penampungan sampah terpilah yang telah ditempatkan di titik-titik strategis, yaitu Gedung Rektorat ITKK, Gereja Agung Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, dan SMK Keling Kumang Sekadau.
“Kami mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam program sosial pengelolaan sampah plastik di Kabupaten Sekadau ini. Dengan kesadaran bersama, upaya pengelolaan sampah plastik dapat berjalan dengan baik,” demikian semangat yang disampaikan dalam forum tersebut. Kolaborasi ini menekankan bahwa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, komitmen pemerintah, serta kontribusi dari kalangan pengusaha sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, merupakan kunci keberhasilan penanganan persoalan sampah.
Pertemuan ini dinilai sebagai langkah positif dan nyata menuju tata kelola sampah yang lebih baik di Sekadau, mengedepankan pendekatan kolaboratif antara akademisi, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah. (ST)
