sekadauterkini.com – sekadauterkini.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Tawak Borneo akan digelar bersama masyarakat adat Suku Ketungau di Dusun Amak, Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada 14–15 Maret 2026. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menjadi momentum penting untuk merayakan satu dekade perjalanan Tawak Borneo dalam menjaga serta mempromosikan budaya dan kearifan lokal di Borneo.
Perayaan satu dekade perjalanan Tawak Borneo ini akan diisi dengan berbagai kegiatan yang sarat makna budaya, sejarah, serta kebersamaan antara komunitas dan masyarakat adat.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan agenda Jelajah Budaya ke Amak Dalam. Dalam kegiatan ini, peserta akan mengunjungi sejumlah situs budaya dan sejarah milik masyarakat adat Suku Ketungau, seperti Pentik atau Empaguk, makam tua Suku Ketungau, serta tangga peninggalan rumah panjang Suku Ketungau di Amak Dalam. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan dan mengingatkan kembali warisan budaya leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 22.00 WIB, akan dilaksanakan seremonial HUT ke-10 Tawak Borneo yang menjadi puncak perayaan. Acara tersebut akan dilanjutkan dengan malam hiburan rakyat bersama masyarakat sebagai wujud syukur sekaligus mempererat kebersamaan antara komunitas Tawak Borneo dan masyarakat Dusun Amak.
Sementara itu, pada Minggu, 15 Maret 2026,bkegiatan akan dilanjutkan dengan doa syukur bersama umat di Stasi Amak sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Tawak Borneo selama sepuluh tahun.
Founder Tawak Borneo, Vero Aprolonius, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya keluarga besar masyarakat Kampung Amak, para tokoh adat dan tokoh masyarakat, serta para donatur dan sponsor.
Menurutnya, kebersamaan dalam perayaan HUT ke-10 ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat untuk menjaga budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Borneo agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (ST)
