Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Menjadi Penggerak Sosial: Mewujudkan Impian Bersama di Tengah Kemajuan Zaman

07/02/2026 | 21:25 WIB Last Updated 2026-02-07T14:25:13Z

 


Kemajuan zaman membawa perubahan besar dalam cara manusia berpikir, berinteraksi, dan memaknai kehidupan. Pola pikir yang semakin modern, akses teknologi yang kian cepat, serta ritme hidup yang serba instan telah menghadirkan banyak kemudahan. Namun di balik semua itu, terdapat tantangan sosial yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi mereka yang memilih jalan sebagai penggerak sosial.


Salah satu tantangan nyata dalam kehidupan sosial saat ini adalah mulai terkikisnya rasa kepemilikan bersama, melemahnya semangat kebersamaan, serta menguatnya sikap individualisme. Masyarakat perlahan bergerak dari ruang-ruang kolektif menuju ruang pribadi. Kesibukan dunia, tuntutan ekonomi, dan fokus pada pencapaian individu sering kali membuat relasi sosial menjadi sekadar formalitas, bukan lagi ikatan emosional yang saling menguatkan.


Di tengah kondisi tersebut, peran penggerak sosial menjadi semakin penting. Penggerak sosial bukan hanya mereka yang hadir dalam kegiatan komunitas, tetapi orang-orang yang dengan kesadaran penuh memilih untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan impian personal dengan cita-cita kolektif, menyatukan perbedaan demi tujuan bersama.


Mempertahankan rasa kebersamaan di era modern bukanlah perkara mudah. Arus kesibukan yang tidak ada hentinya kerap menggerus waktu untuk berkumpul, berdiskusi, dan saling mendengarkan. Namun justru di sinilah letak tantangannya: bagaimana nilai kebersamaan tetap hidup tanpa harus menolak kemajuan. Kebersamaan tidak harus selalu hadir dalam bentuk fisik, tetapi dapat tumbuh melalui empati, kepedulian, dan komitmen untuk tetap terlibat dalam persoalan sosial di sekitar kita.


Penggerak sosial dituntut untuk adaptif, mampu membaca zaman tanpa kehilangan akar nilai. Modernitas seharusnya menjadi alat untuk memperkuat gerakan sosial, bukan melemahkannya. Teknologi, media sosial, dan jaringan digital dapat dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk membangun kesadaran kolektif, menghidupkan dialog, serta mengajak lebih banyak orang terlibat dalam gerakan perubahan.


Pada akhirnya, impian bersama tidak akan terwujud jika hanya digerakkan oleh satu atau dua orang. Ia membutuhkan kesadaran kolektif, rasa memiliki, dan keinginan untuk berjalan bersama. Menjadi penggerak sosial berarti memilih untuk tidak larut dalam individualisme, tetapi berdiri di tengah masyarakat, merawat kebersamaan, dan menyalakan harapan bahwa di tengah kemajuan zaman, nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama kehidupan sosial.


Vero Aprolonius | Founder Tawak Borneo

×
Berita Terbaru Update