Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pusakamas ITKK dan Tawak Borneo Luncurkan Pilot Project Pengelolaan Botol Plastik di Kampus dan Gereja Agung Sekadau

14/01/2026 | 22:53 WIB Last Updated 2026-01-14T15:53:56Z


sekadauterkini.com – Pusat Kajian Masyarakat Adat, Perubahan Iklim, dan SDGs (Pusakamas) Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) bersama Komunitas Tawak Borneo secara resmi menyerahkan tempat penyimpanan botol plastik di dua titik strategis, yakni Kampus ITKK dan Gereja Agung Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Rabu (14/01/2026).


Penyerahan tersebut dilakukan oleh Koordinator Pusakamas ITKK, Romo Andang, bersama Founder Tawak Borneo, Vero Aprolonius, sebagai bagian dari peluncuran pilot project pengelolaan sampah botol plastik berbasis partisipasi publik.


Launching kegiatan dipusatkan di Kampus Institut Teknologi Keling Kumang Sekadau dan dibuka langsung oleh Rektor ITKK, Dr. Drs. Stefanus Masiun, S.H., M.E. Dalam kesempatan itu, Rektor ITKK mengajak seluruh mahasiswa, dosen, dan tamu undangan untuk secara aktif menaruh botol plastik bekas minuman ke dalam tempat yang telah disediakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya pengurangan sampah plastik.


“kepada mahasiswa, para dosen bahkan semua tamu yang datang ke Institut Teknologi Keling Kumang letakan botol plastik yang telah anda gunakan ditempat yang telah siapkan, mulai sekarang untuk generasi yang akan datang. Mari kita selamat bumi.” ujar Stefanus.



Usai peluncuran di kampus, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tempat botol plastik di Gereja Agung Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau. Fasilitas tersebut diterima langsung oleh Pastor Paroki, Romo Jhon, yang kemudian mengajak seluruh umat untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini dengan menaruh botol plastik yang telah digunakan ke tempat yang telah disediakan.


Koordinator Pusakamas ITKK, Romo Andang, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung aksi nyata menghadapi perubahan iklim dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.


Sementara itu, Founder Tawak Borneo, Vero Aprolonius, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus, komunitas, dan gereja merupakan kekuatan besar dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap persoalan lingkungan.


“Ketika ruang pendidikan dan ruang iman bersatu dalam aksi nyata, maka pesan kepedulian lingkungan akan jauh lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkap Vero.


Melalui pilot project ini, Pusakamas ITKK dan Tawak Borneo berharap gerakan pengumpulan botol plastik dapat menjadi budaya baru di lingkungan kampus dan gereja, sekaligus menjadi contoh bagi ruang-ruang publik lainnya di Kabupaten Sekadau. (ST) 

×
Berita Terbaru Update