sekadauterkini.com — Semangat generasi muda Kabupaten Sekadau untuk berkarya dan berkontribusi bagi daerah terus tumbuh. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan diskusi bersama muda-mudi Sekadau yang berlangsung di Onena Coffee Sekadau, Jumat (11/09/2026).
Diskusi tersebut mempertemukan sejumlah pelajar, mahasiswa, Duta Genre 2026, Bujang Keling ITKK 2026, Runner-up Bujang Keling 2026, Kumang Terfavorit KKF 2026, serta Dara Gawai Dayak 2026 bersama Founder Tawak Borneo, Vero Aprolonius, dan Owner Rad Value, Dendinel.
Pertemuan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan berbagai ide, gagasan, keresahan, serta harapan mengenai kegiatan positif yang dapat dilakukan bersama. Diskusi berlangsung secara santai dan terbuka, dengan membahas berbagai peluang anak muda untuk mengambil peran dalam pembangunan dan kemajuan daerah.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah gagasan mulai diarahkan pada kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, di antaranya aksi lingkungan, kegiatan budaya, edukasi, kreativitas anak muda, serta berbagai kegiatan sosial dan kolaboratif lainnya.
Founder Tawak Borneo, Vero Aprolonius, mengapresiasi antusiasme dan semangat para generasi muda yang hadir. Menurutnya, anak muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak berbagai kegiatan positif apabila diberikan ruang untuk berkreasi dan berkolaborasi.
“Yang paling penting adalah bagaimana ide dan gagasan anak muda ini tidak berhenti hanya menjadi pembicaraan. Kita ingin bersama-sama mencari cara agar ide tersebut bisa diwujudkan menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat,” ujar Vero.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda agar berani berkarya, mencoba hal-hal baru, dan mengambil peran sesuai dengan kemampuan serta minat masing-masing.
Menurut Vero, keberagaman latar belakang para peserta justru menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi. Pelajar, mahasiswa, duta genre, pegiat budaya, maupun anak muda yang memiliki ketertarikan pada lingkungan dan edukasi dapat saling melengkapi.
“Anak muda tidak harus menunggu menjadi hebat terlebih dahulu untuk mulai berbuat sesuatu. Dari hal kecil, dari lingkungan sekitar, kita bisa mulai berkarya dan memberikan dampak,” tambahnya.
Sementara itu, Owner Rad Value, Dendinel, turut memberikan ruang dan dukungan terhadap gagasan-gagasan yang disampaikan dalam diskusi. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai kolaborasi kreatif yang melibatkan lebih banyak generasi muda di Kabupaten Sekadau.
Ke depan, hasil diskusi akan ditindaklanjuti melalui sejumlah agenda dan kegiatan yang dirancang bersama, dengan mengedepankan semangat kolaborasi, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian budaya, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bahwa generasi muda Sekadau tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga ingin mengambil bagian dalam menciptakan perubahan positif bagi daerah. (ST)
