sekadauterkini.com — Dalam rangka mempersiapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Komunitas Tawak Borneo, telah dilaksanakan pertemuan bersama masyarakat adat di Seteleng Amak, Dusun Amak, pada Minggu (22/02/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Kadat Dusun Amak, Kepala Dusun Amak, para Pemimpin Umat, Sanggar Pantei Petoro, serta tokoh masyarakat setempat.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan dukungan kuat masyarakat adat suku Ketungau terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan komitmen dan koordinasi bersama demi suksesnya rangkaian kegiatan HUT ke-10 Tawak Borneo di Kampung Amak yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Maret 2026.
Founder Tawak Borneo, Vero Aprolonius, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dukungan dan keterbukaan masyarakat adat suku Ketungau di Kampung Amak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sambutan hangat dari masyarakat adat suku Ketungau di Kampung Amak. Ini merupakan kehormatan bagi Tawak Borneo dapat melaksanakan peringatan satu dekade perjalanan kami bersama masyarakat adat. Kami percaya, kebersamaan ini adalah kekuatan utama dalam menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Vero menjelaskan bahwa terdapat beberapa agenda utama yang akan dilaksanakan dalam peringatan HUT ke-10 tahun ini, di antaranya kegiatan jelajah budaya suku Ketungau di Amak Dalam, yang bertujuan untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai adat, sejarah, serta kehidupan masyarakat adat secara langsung. Selain itu, juga akan dilaksanakan malam ramah tamah bersama masyarakat adat di Kampung Amak, sebagai ruang silaturahmi, refleksi perjalanan, dan penguatan hubungan antara komunitas Tawak Borneo dan masyarakat adat.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-10 Tawak Borneo, Donatus Asian, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi masyarakat di Amak. Kami berharap melalui peringatan ini, kebersamaan, persatuan, serta semangat menjaga adat dan budaya dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi awal dari rangkaian persiapan yang akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat, tokoh adat, pemuda, serta seluruh unsur masyarakat di Kampung Amak. Diharapkan, peringatan HUT ke-10 Tawak Borneo nantinya dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur. (ST)
