sekadauterkini.com – Festival Melayu ke-IV Kabupaten Sekadau resmi ditutup pada Selasa malam (03/02/2026) di halaman Rumah Melayu Sekadau. Penutupan festival ditandai dengan kehadiran Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, S.H., M.H., yang secara langsung menutup rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Kegiatan penutupan turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sekadau, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, serta masyarakat umum yang memadati area Rumah Melayu Sekadau. Meski diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap bertahan mengikuti seluruh rangkaian acara malam penutupan hingga selesai.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sekadau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, seniman, pelaku budaya, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Festival Melayu ke-IV ini dengan baik. Ia menegaskan bahwa festival budaya bukan sekadar hiburan, melainkan ruang penting untuk menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Festival Melayu ke-IV Kabupaten Sekadau yang berlangsung sejak 31 Januari hingga 03 Februari 2026 ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti lomba seni budaya Melayu, pertunjukan tari, musik tradisional, busana adat, hingga berbalas pantun. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bukti bahwa budaya Melayu di Kabupaten Sekadau terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Suasana penutupan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Hujan yang turun justru menambah kesan tersendiri, seolah menjadi saksi semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat Sekadau terhadap budayanya.
Dengan berakhirnya Festival Melayu ke-IV ini, harapan besar disematkan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sampai berjumpa di Festival Melayu ke-V Kabupaten Sekadau, dengan semangat yang sama untuk merawat budaya dan memperkuat identitas daerah. (ST)
