![]() |
| Refleksi oleh Vero Aprolonius (Founder Tawak Borneo) |
Ada satu kenyataan yang sering kali pahit untuk diterima: tidak semua orang peduli dengan apa yang telah kita lakukan. Bahkan, dalam banyak situasi, kepedulian itu baru muncul ketika apa yang kita kerjakan memberikan keuntungan bagi mereka. Di luar itu, kerja keras, pengorbanan, bahkan niat tulus sering kali berlalu tanpa tepuk tangan.
Bagi sebagian orang, ini terasa tidak adil. Kita tumbuh dengan keyakinan bahwa kebaikan akan selalu dihargai, bahwa usaha akan selalu dilihat, dan bahwa dedikasi akan mendapat pengakuan. Namun realitas kehidupan sosial tidak selalu berjalan demikian. Dunia tidak bekerja berdasarkan seberapa besar usaha kita, tetapi sering kali berdasarkan seberapa besar dampaknya bagi orang lain—terutama dampak yang menguntungkan.
Ketika seseorang melakukan sesuatu dengan harapan mendapatkan apresiasi, maka di situlah awal dari potensi kekecewaan. Harapan yang terlalu tinggi terhadap pengakuan eksternal akan membuat kita mudah goyah ketika realitas tidak sesuai dengan ekspektasi. Apresiasi menjadi sesuatu yang diharapkan, bukan bonus yang disyukuri.
Refleksi ini bukan untuk membuat kita berhenti berbuat baik atau kehilangan semangat berkarya. Justru sebaliknya, ini adalah ajakan untuk meluruskan niat. Bahwa apa yang kita lakukan seharusnya berakar dari nilai, prinsip, dan keyakinan pribadi—bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Dalam perjalanan membangun komunitas, menggerakkan budaya, dan mendorong generasi muda, saya belajar bahwa apresiasi terbesar bukan datang dari luar, melainkan dari kesadaran bahwa kita telah melakukan sesuatu yang benar. Bahwa kita tetap bergerak meskipun tidak dilihat, tetap berkontribusi meskipun tidak selalu dihargai.
Ironisnya, ketika kita berhenti mengejar apresiasi, justru di situlah makna dari setiap tindakan menjadi lebih dalam. Kita tidak lagi bekerja untuk dilihat, tetapi untuk memberi. Kita tidak lagi berkarya untuk dipuji, tetapi untuk berdampak.
Maka, jika hari ini Anda merasa tidak dihargai, ingatlah: mungkin bukan karena apa yang Anda lakukan tidak berarti, tetapi karena dunia memang tidak selalu memberi perhatian pada hal-hal yang tidak langsung menguntungkan mereka. Dan itu tidak apa-apa.
Teruslah berjalan.
Teruslah berkarya.
Tanpa harus menunggu tepuk tangan.
