Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Tujuan Hidup: Mati dalam Keadaan Bahagia

03/04/2026 | 19:19 WIB Last Updated 2026-04-03T12:19:04Z
Komsos Sekadau bersama Pemeran Tablo Tahun 2026


Beberapa sahabat pernah bertanya kepada saya, “Bang, sebenarnya tujuan hidup abang ini apa sih?” Pertanyaan itu sederhana, tetapi cukup dalam. Tidak mudah menjawabnya dengan ukuran jabatan, pencapaian, atau materi. Sebab bagi saya, hidup bukan sekadar tentang seberapa tinggi kita berdiri, melainkan seberapa luas kita memberi arti bagi orang lain.


Saya tidak memiliki tujuan hidup yang rumit. Saya hanya ingin mati dalam keadaan bahagia. Bahagia karena merasa hidup ini tidak sia-sia. Bahagia karena pernah berjalan bersama banyak orang. Bahagia karena pernah menjadi bagian kecil dari harapan orang lain. Dan yang paling penting, bahagia karena melihat senyum dari banyak orang — baik yang mengenal saya maupun yang belum pernah bertemu langsung dengan saya.



Bagi saya, senyum adalah ukuran paling jujur dari dampak kehidupan. Ketika kehadiran kita membuat orang lain merasa dihargai, ketika kata-kata kita memberi semangat, ketika tindakan kecil kita membantu meringankan beban orang lain, di situlah hidup menemukan maknanya. Tidak harus besar, tidak harus terkenal, tidak harus diingat semua orang. Cukup menjadi alasan seseorang tersenyum, itu sudah lebih dari cukup.


Saya percaya, hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan hanya mengejar diri sendiri. Ada begitu banyak ruang untuk berbagi, untuk menguatkan, untuk merangkul. Kita tidak pernah tahu, mungkin satu sapaan, satu dukungan, atau satu langkah kecil yang kita lakukan hari ini, menjadi cahaya bagi perjalanan hidup orang lain.


Pada akhirnya, saya tidak ingin dikenang karena hebatnya. Saya hanya ingin dikenang sebagai seseorang yang pernah berjalan bersama, pernah mendengar, pernah peduli, dan pernah mencoba menjadi berkat. Jika suatu hari nanti perjalanan ini selesai, dan masih ada orang yang tersenyum ketika mengingatnya, maka bagi saya, itulah tujuan hidup yang sesungguhnya.

(Sius, Dome, Sandi, Vero, dan Dendinel) 


Hidup yang sederhana, tetapi bermakna.

Hidup yang tidak hanya dijalani, tetapi juga dibagikan.

Dan ketika waktu itu tiba, saya ingin pergi dengan tenang… dalam keadaan bahagia. 

(Catatan dari Vero Aprolonius – Founder Tawak Borneo) 

×
Berita Terbaru Update